Jejak Ridwan Kamil

dari Bandung, untuk Indonesia, menginspirasi Dunia

Inovator Alumni ITB Dapat Penghargaan GICA | KOMPAS TEKNO

Para inovator teknologi yang merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) mendapatkan penghargaan bernama Ganesha Innovation Championships Award 2013.

Di antara penerima penghargaan itu adalah motor berbagai gerakan komunitas yang berporos di social media. Dia adalah Ridwan Kamil, sosok yang dikenal aktif dalam @idberkebun alias Indonesia Berkebun dan Bandung Creative City.

Ridwan meraih medali perak dalam GICA 2013. Ia merupakan alumni Teknik Arsitektur ITB angkatan 1990.

“Seharusnya inovasi-inovasi yang dilakukan adalah yang menyangkut permasalahan orang banyak. Bukan hanya inovasi menara gading,” tuturnya.

Peraih medali emas dalam GICA 2013 adalah I Gede Wenten. Wenten mengembangkan dan memiliki paten teknologi untuk membran penjernih air.

Di posisi kedua, medali perak, selain Ridwan terdapat juga I Made Arsawan yang mengembangkan Tenun Patra. Ini merupakan teknik dan desain tenun berlandaskan kekayaan budaya kriya asli Bali.

Dua medali perunggu direbut oleh Iskandar Budiarso Kuntoadji dan Andrias Wiji Setyo Pamuji.

Iskandar, pendiri Yayasan Institut Bisnis Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), datang dengan inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro yang telah diterapkan di lebih dari 60 desa.

Andrias Wiji dikenal sebagai pengembang reaktor biogas dengan penerapan di berbagai daerah, antara lain: Ciater, Subang, Lembang, Pengalengan, Bojonegoro, Sampang Madura, Ngawi, dan Kebumen.

GICA 2013 melibatkan dewan juri yang beragam. Termasuk: Hanung Budya (Pertamina), Jusman Syafii Djamal (Telkom), Marzan Aziz Iskandar (BPPT), Ninok Leksono (Komite Inovasi Nasional/KIN) serta Prof. Wawan Gunawan (Wakil Rektor ITB).

Jusman Syafii Djamal, yang merupakan Komisaris PT Telkom, menyatakan acara ini bisa menjembatani antara inovasi dengan bisnis.

“Inovator di Indonesia itu banyak. Boleh dikatakan orang kreatif di Indonesia itu sangat banyak. Tapi sayangnya ekosistemnya belum terbangun,” jelas Jusman.

GICA merupakan penghargaan untuk alumni ITB yang berhasil melakukan pengembangan masyarakat – baik sosial, ekonomi maupun budaya – dengan inovasi yang dimilikinya dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

Kegiatan ini digagas oleh Ikatan Alumni (IA) ITB.  “Ajang ini sebagai usaha Ikatan Alumni ITB mendorong semakin banyak peran serta alumni ITB dalam berinovasi dan melakukan pengembangan masyarakat, memberikan semakin banyak manfaat untuk masyarakat,” ujar Indra Utoyo, Pengurus IA ITB.

via Inovator Alumni ITB Dapat Penghargaan GICA | KOMPAS TEKNO.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 13, 2013 by in Uncategorized and tagged .
%d bloggers like this: